Sejarah Logo Dari Simbol Kuno hingga Identitas Modern

Sejarah Logo

Ben Multimedia – Dalam dunia branding dan komunikasi visual, memahami sejarah logo itu penting banget.

Logo bukan cuma gambar cantik, tapi simbol yang membawa identitas, nilai, dan cerita panjang sebuah brand.

Para sejarawan komunikasi visual sering menyebut bahwa logo adalah bahasa tanpa kata, bahasa yang sudah digunakan umat manusia sejak ribuan tahun lalu.

Oleh karena itu pada artikel ini saya akan membahas tentang sejarah logo mulai dari asal-usulnya sampai ke era digital sekarang, yuk simak pembahasannya di bawah ini!

Pengertian dan Peran Logo dalam Identitas Visual

Secara sederhana, logo adalah tanda pengenal yang mewakili sebuah entitas, ia bisa hadir dalam bentuk huruf, simbol, bentuk geometris, atau gabungan semuanya.

Walau tampak kecil, logo punya peran besar dalam menciptakan kesan pertama.

Bahkan, ahli desain grafis modern menyebut logo sebagai “penanda psikologis” karena membangun persepsi sebelum konsumen mengenal produknya.

“A logo doesn’t sell; it identifies.” – Paul Rand (Desainer Logo IBM, ABC, UPS)
(Sumber: Design, Form, and Chaos, 1993)

Kutipan ini sering dipakai dalam pembahasan sejarah logo karena menjelaskan bahwa sejak dulu fungsi utama logo bukan menjual, melainkan menjadi penanda identitas.

Kalau kita mundur jauh ke masa lalu, logo pertama kali muncul pada masa sejak manusia mulai meninggalkan jejak visual.

Sekitar 8.000 SM, bangsa Asyur, Kartago, Mesir, Persia, hingga Sumeria mulai memakai tembikar dan simbol visual untuk menyampaikan cerita, keyakinan, dan identitas budaya.

Bukti paling jelas terlihat dari hieroglif Mesir, yang bukan hanya gambar, tapi sistem tanda penuh makna, lengkap dengan penggunaan grid untuk menjaga proporsi dan konsistensi sejak ribuan tahun lalu.

Di periode yang sama, budaya lain juga mengembangkan sistem simbolnya sendiri.

Bangsa Tiongkok melahirkan dasar kaligrafi, di mana setiap karakter adalah lambang yang mewakili sebuah ide.

Sementara itu, Eropa abad pertengahan menghadirkan heraldic crest dan signage simbolik, dua bahasa visual yang menegaskan status, keluarga, hingga identitas kelompok.

Masuk ke era perdagangan awal, pada awalnya logo merupakan semacam cap khusus untuk menandai barang dagangan.

Tukang tembikar memberi ukiran khusus di bagian bawah kerajinan mereka. Pedagang kain memberi stempel agar pembeli tahu kualitasnya.

Di titik ini, logo bukan alat promosi seperti sekarang, tapi alat validasi mutu.

Semua perkembangan ini menjadi pondasi penting bagi evolusi logo yang kita kenal sekarang.

Perkembangan Logo di Modern

Pada tahun 105 M, Cina mulai membuat kertas, lalu menyebar ke Jepang pada 610 M.

Eropa baru mengenalnya jauh belakangan lewat pedagang Arab, hingga akhirnya Italia memproduksi kertas sendiri sekitar 1276 M.

Inggris menyusul pada 1495 M.

Lompatan besar terjadi ketika Johannes Gutenberg menciptakan mesin cetak pada 1440.

Dari sini, bahan cetak mulai diproduksi massal dan para penulis maupun pencetak mulai menandai karyanya, cikal bakal munculnya gaya logo modern.

Memasuki 1800-an, mesin cetak bertenaga uap membuat produksi lebih cepat dan murah.

Teknik chromolithography yang muncul di Amerika pada 1840 membuka jalan bagi label, poster, dan iklan berwarna.

Revolusi Industri pun melahirkan kelas menengah dengan daya beli baru, memicu pertumbuhan ritel dan kebutuhan bisnis untuk tampil berbeda.

Era desain logo modern ditandai dengan lahirnya logo Coca-Cola pada 1885, karya Frank Mason Robinson.

Simbol itu langsung populer di kalangan pekerja dan tetap menjadi salah satu logo paling ikonik di dunia sampai sekarang.

Memasuki era industri, kebutuhan akan diferensiasi produk meningkat.

Di sinilah logo pertama kali digunakan oleh perusahaan secara masif.

Pabrik-pabrik mulai memakai simbol dan tulisan khas untuk menunjukkan kualitas serta membedakan produknya dari pesaing.

Peneliti desain visual industri menilai masa ini sebagai era kelahiran “logo komersial” modern.

Contoh Sejarah Logo Brand Besar di Dunia

Contoh sejarah logo brand besar di dunia dapat dilihat pada evolusi visual Adidas dengan tiga garis ikonisnya, transformasi modern logo Pertamina, hingga perubahan siluet elegan Garuda Indonesia.

Setiap brand mengalami perjalanan panjang, menyesuaikan bentuk, warna, dan makna agar tetap relevan di setiap zaman.

Sejarah Logo Adidas

Logo Adidas
Logo Adidas | Sumber: Wikipedia

Sejarah logo Adidas berawal pada 1949 ketika Adolf “Adi” Dassler mendaftarkan merek dengan identitas tiga garis sebagai simbol stabilitas pada sepatu olahraga.

Tahun 1972, Adidas memperkenalkan logo Trefoil daun tiga yang melambangkan keragaman produk dan semangat era olahraga modern.

Memasuki 1990-an, logo Three Bars berbentuk gunung diperkenalkan sebagai simbol tantangan dan pencapaian atlet.

Kini Adidas memakai ketiganya secara berbeda: Trefoil untuk lini Originals, Three Bars untuk performa, dan tiga garis klasik sebagai identitas global.

Evolusinya menunjukkan bagaimana satu elemen sederhana bisa tumbuh menjadi ikon olahraga yang diakui seluruh dunia.

Sejarah Logo Pertamina

Pertamina Logo
Logo Pertamina | Sumber: Wikipedia

Sejarah logo Pertamina mengalami beberapa perubahan besar sejak perusahaan energi nasional ini berdiri.

Identitas awalnya memakai bentuk segi enam berwarna merah-biru sebagai simbol industri migas Indonesia.

Seiring transformasi perusahaan, Pertamina memperkenalkan logo baru dengan tiga elemen warna merah, hijau, dan biru yang masing-masing merepresentasikan energi, lingkungan, dan inovasi.

Bentuk huruf “P” yang dibuat lebih dinamis menegaskan langkah Pertamina sebagai state-owned enterprise yang bergerak menuju energi modern dan diversifikasi bisnis.

Evolusi ini menunjukkan bagaimana sebuah entitas besar seperti PT Pertamina (Persero) terus memperbarui citra visualnya agar selaras dengan arah strategis dan perkembangan industri energi nasional.

Sejarah Logo Garuda Indonesia

Logo Garuda Indonesia
Logo Garuda Indonesia | Sumber: logos-world.net

Sejarah logo Garuda Indonesia menunjukkan bagaimana identitas sebuah maskapai berkembang mengikuti waktu.

Awalnya, maskapai nasional Indonesia ini menggunakan lambang garuda dengan gaya lebih formal dan kaku, mencerminkan citra layanan negara.

Seiring modernisasi industri penerbangan, Garuda Indonesia memperbarui logonya menjadi bentuk Garuda Wing, yaitu siluet sayap berwarna biru-toska yang lebih ringan dan dinamis.

Desain ini dikembangkan sebagai representasi pelayanan ramah, pengalaman terbang yang tenang, serta nilai perusahaan Garuda Indonesia Group.

Perubahan identitas visual ini tidak hanya memperkuat posisi Garuda sebagai maskapai premium Indonesia, tetapi juga menegaskan karakter elegan yang masih dikenali hingga sekarang.

LOGO PADA ERA DIGITAL

Sejarah logo digital di mulai pada era 1970-an, dimana teknologi komputer mulai membuka jalan lewat CGI dan CAD.

Memasuki 1990-an, PC makin umum digunakan, dan di tahun 2000-an, Adobe menghadirkan InDesign serta Photoshop yang benar-benar mengubah cara desainer bekerja di ranah digital.

Saat masyarakat perlahan masuk dunia digital, kebiasaan konsumsi media juga berubah.

Televisi menjadi pusat perhatian, dan munculnya MTV dengan logo ikoniknya menunjukkan bagaimana logo bisa lebih dari sekadar penanda merek, ia bisa mewakili era dan jiwa generasi tertentu.

Di masa awal internet, para desainer mencoba membuat elemen visual yang terasa hidup di layar, seolah menyeberang dari dunia nyata ke digital. Seiring perkembangan itu, brand pun dituntut makin luwes.

Logo tidak lagi sesuatu yang “sekali buat lalu selesai”, tapi perlu terus berevolusi mengikuti perubahan perusahaan dan tren desain yang bergerak cepat.

Seiring waktu, logo terus berevolusi dari sekadar penanda profesi hingga menjadi identitas visual yang kuat dalam dunia bisnis.

Dari era kereta api abad ke-19, iklan cetak awal 1900-an, televisi pada 1950-an, hingga internet dan media sosial di tahun 2000-an, logo berubah menjadi simbol nilai, visi, dan karakter sebuah brand.

Kini, logo bukan hanya tanda pengenal tetapi elemen penting yang membantu konsumen membedakan, mengenali, dan mempercayai sebuah perusahaan.

Perjalanan panjang sejarah logo menunjukkan bahwa logo bukan sekadar simbol, tapi bagian dari evolusi budaya manusia.

Memahami sejarahnya membantu kita merancang identitas yang relevan, kuat, dan mudah dikenang.

About the Author

Array B

Perkenalkan namaku Array , seorang Graphic Designer & Content Writer. Setiap hari aku berkutat dengan warna, bentuk, dan kata, menciptakan desain yang menarik sekaligus menulis konten yang nyambung dengan audiens. Buatku, kreativitas itu datang dari hal-hal kecil yang kita nikmati sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these