Contoh Surat Undangan Tidak Resmi – Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada momen penting yang ingin dirayakan bersama orang terdekat, seperti ulang tahun, arisan, atau kumpul keluarga.
Untuk mengundang mereka, tidak selalu harus menggunakan surat resmi.
Di sinilah surat undangan tidak resmi menjadi pilihan yang lebih santai dan personal.
Pada artikel ini saya akan membahas secara lengkap contoh surat undangan tidak resmi, mulai dari definisi, ciri-ciri, bagian penting, hingga tips membuatnya.
Table of Contents
Apa Itu Surat Undangan Tidak Resmi?
Sebelum masuk ke contoh surat undangan tidak resmi, kita perlu memahami pengertiannya.
Surat tidak resmi adalah surat yang digunakan untuk kepentingan pribadi atau non-formal, seperti mengundang teman, keluarga, atau tetangga.
Surat ini berbeda dengan ciri ciri surat undangan resmi karena bahasanya lebih santai dan tidak terikat aturan baku.
Lalu, mengapa surat undangan tidak resmi tidak menggunakan bahasa yang baku? Alasannya sederhana: surat ini ditujukan untuk orang-orang terdekat, sehingga bahasa yang digunakan lebih akrab, hangat, dan penuh kedekatan emosional.
Contohnya, Anda bisa menggunakan sapaan “Hai” atau “Halo” ketimbang “Dengan Hormat”.
Ciri-Ciri Surat Undangan Tidak Resmi
Agar lebih jelas, berikut adalah beberapa ciri-ciri surat undangan tidak resmi yang membedakannya dari surat resmi:
1. Menggunakan bahasa santai dan akrab, bukan bahasa formal
Pada surat undangan tidak resmi, gaya bahasa menjadi jembatan keakraban.
Anda bebas memilih diksi yang terasa “ngobrol”, tetapi tetap sopan.
Contoh perbandingan singkat:
- Formal: “Dengan hormat, kami mengundang Saudara untuk menghadiri…”
- Santai: “Hai Rani, datang ya ke acara kumpul keluarga di rumahku.”
Tips:
- Gunakan sapaan personal: Hai, Halo, Bro, Sis, atau panggilan akrab penerima.
- Perbolehkan emotikon secukupnya jika medianya chat, namun jangan berlebihan.
- Hindari kalimat bertele-tele; langsung ke maksud.
2. Tidak memiliki kop surat atau nomor surat
Karena bersifat non-formal, ciri-ciri undangan tidak resmi ini tidak menuntut kop organisasi, logo, atau nomor agenda. Anda cukup menulis isi inti.
Yang bisa dicantumkan sebagai pengganti:
- Tanggal penulisan (opsional).
- Nama pengundang (pengirim).
- Kontak singkat (jika perlu konfirmasi).
Contoh singkat (awal surat):
“Halo Dimas,
Mau kabarin nih…”
3. Ditulis dengan gaya yang sesuai hubungan penulis dan penerima
Nada dan pilihan kata menyesuaikan kedekatan. Untuk teman dekat, Anda bisa lebih cair.
Untuk tetangga yang baru kenal, tetap santai namun sopan, hal ini membantu undangan terasa personal tanpa menyinggung.
Panduan nada singkat:
- Teman dekat: “Gas kumpul, ya!”
- Keluarga/kerabat: “Kita kumpul keluarga, ya. Ditunggu banget kehadirannya.”
- Tetangga/komunitas: “Halo, mohon waktunya hadir di arisan RT…”
Catatan pengalaman:
Saat mengundang tetangga baru, saya memilih kalimat netral, tidak kaku dan hasilnya respons lebih hangat.
4. Bisa ditulis tangan atau diketik, bahkan melalui media digital seperti chat atau email
Bagian-bagian surat tidak resmi itu fleksibel medianya: kertas, chat WhatsApp, DM Instagram, hingga email.
Pilih media yang paling lazim dipakai penerima agar cepat dibaca.
Kiat media & kerapian:
- Ditulis tangan: tulis rapi, beri spasi cukup, hindari tipe-x.
- Diketik (dokumen/gambar): gunakan font mudah dibaca, ukuran 11-12 pt.
- Chat/Email: beri baris baru untuk tiap info penting (tanggal, waktu, tempat), agar tidak tenggelam di paragraf panjang.
5. Fokus pada pesan inti: waktu, tempat, dan tujuan acara
Kekuatan surat undangan tidak resmi terletak pada kejelasan informasi.
Pastikan tiga hal ini selalu ada:
- Tujuan acara (ulang tahun, arisan, potluck, nonton bareng, dsb.),
- Tanggal & waktu,
- Tempat (alamat lengkap atau share location).
Tambahan opsional: dress code, membawa sesuatu (makanan/minuman), RSVP.
Format ringkas (checklist 3 baris):
- Acara: Kumpul keluarga kecil.
- Waktu: Sabtu, 30 Nov 2025, 18.30 WIB.
- Tempat: Jl. Kenanga 7, No. 12 (patokan: dekat minimarket).
Dengan format ringkas ini, pembaca langsung menangkap inti tanpa harus membaca panjang.
Dengan memahami ciri ciri surat tidak resmi ini, Anda akan lebih mudah membuat undangan yang pas untuk teman atau keluarga.
Bagian-Bagian Surat Tidak Resmi
Meski bersifat santai, bagian-bagian surat tidak resmi tetap perlu diperhatikan agar pesan mudah dipahami. Secara umum, susunannya meliputi:
- Pembuka: Sapaan dan pengantar yang hangat, misalnya “Hai Dinda!”.
- Isi Surat: Menjelaskan tujuan undangan, detail acara (tanggal, waktu, tempat), serta harapan agar penerima hadir.
- Penutup: Ucapan terima kasih dan salam penutup yang ramah, misalnya “Jangan lupa datang ya, seru-seruan bareng!”
Dengan memperhatikan struktur ini, surat undangan tidak resmi Anda akan tetap rapi meskipun menggunakan bahasa santai.
Cara Membuat Surat Undangan Tidak Resmi
Berikut adalah beberapa langkah cara membuat surat tidak resmi yang mudah diikuti:
- Tentukan tujuan dan acara yang ingin diadakan.
- Tentukan siapa yang akan diundang.
- Gunakan bahasa santai, sesuai hubungan Anda dengan penerima.
- Sertakan informasi penting: tanggal, waktu, tempat, dan dress code (jika ada).
- Akhiri dengan harapan agar penerima hadir.
Tips tambahan dari pengalaman pribadi: ketika saya disurut membuat mengundang teman-teman untuk acara perayaan, saya biasanya menambahkan kalimat lucu atau emotikon agar undangan lebih menarik.
Hal tersebut bisa membuat penerima merasa lebih dekat dan bersemangat hadir.
Contoh Surat Undangan Tidak Resmi
Berikut 7 contoh surat undangan tidak resmi tambahan yang bisa Anda gunakan untuk berbagai acara santai.
Seluruh contoh ditulis dengan gaya bahasa akrab, sesuai karakteristik surat undangan tidak resmi yang santai namun tetap informatif.
Contoh surat undangan tidak resmi ini bisa Anda gunakan sebagai referensi:
1. Contoh Surat Tidak Resmi untuk Teman
Hai Nia,
Aku mau ngadain acara ulang tahun ke-20 nih di rumahku.
Tanggal: 14 Oktober 2025
Waktu: 18.30 WIB – selesai
Tempat: Jl. Melati No. 25, Solo
Jangan lupa datang ya! Nanti kita makan-makan dan karaoke bareng. Ditunggu kehadirannya!
Salam hangat,
Rina
2. Contoh Surat Tidak Resmi Pendek
Halo Andi,
Besok malam ada acara arisan di rumahku, jam 7 malam.
Datang ya, kita seru-seruan bareng!
– Dita
3. Contoh Surat Undangan Tidak Resmi untuk Acara Piknik Bersama
Halo Rani,
Akhir pekan ini kita ada acara piknik bareng nih!
Tanggal: 7 September 2025
Waktu: 09.00 WIB – selesai
Tempat: Taman Balekambang, Solo
Bawa bekal kesukaanmu ya, kita seru-seruan sambil foto-foto. Jangan sampai absen!
Salam,
Mira
4. Contoh Surat Undangan Tidak Resmi untuk Syukuran Rumah Baru
Hai Budi,
Alhamdulillah, aku baru pindah ke rumah baru. Mau ngadain syukuran kecil-kecilan.
Tanggal: 15 September 2025
Waktu: 19.00 WIB – selesai
Tempat: Jl. Anggrek No. 8, Karanganyar
Datang ya, kita makan bareng dan ngobrol santai. Kehadiranmu bakal bikin acara makin lengkap!
Salam hangat,
Rizky
5. Contoh Surat Undangan Tidak Resmi untuk Bukber (Buka Bersama)
Assalamualaikum teman-teman,
Ramadan sudah di depan mata, yuk kita adain bukber!
Tanggal: 10 Ramadan 1446 H / 18 Maret 2025
Waktu: 17.30 WIB – selesai
Tempat: Restoran Sederhana, Jl. Slamet Riyadi
Harap konfirmasi ya biar kita bisa booking tempat. Jangan lupa hadir, kita kangen kumpul bareng!
Salam,
Andi
6. Contoh Surat Undangan Tidak Resmi untuk Pesta Kejutan
Hai geng,
Mau kasih info nih, kita rencana bikin surprise party buat Dina!
Tanggal: 2 Oktober 2025
Waktu: 20.00 WIB
Tempat: Café Sudut Kota, Jl. Mangga No. 5
Datang lebih awal biar nggak ketahuan ya. Jangan lupa bawa kado kecil buat Dina.
Cheers,
Ayu
7. Contoh Surat Undangan Tidak Resmi untuk Acara Nonton Bareng
Halo Bayu,
Besok ada nobar film baru yang seru banget!
Tanggal: 25 Agustus 2025
Waktu: 18.45 WIB
Tempat: XXI Solo Paragon Mall
Langsung konfirmasi kalau mau ikut ya. Setelah nonton, kita makan malam bareng.
– Fajar
Gambar Surat Tidak Resmi
Selain teks, Anda juga bisa menambahkan gambar surat tidak resmi agar undangan lebih menarik.
Misalnya, desain undangan digital dengan ilustrasi lucu atau warna-warna ceria yang sesuai dengan tema acara, berikut contohnya:


Contoh gambar surat tidak resmi di atas banyak digunakan di era digital sekarang, terutama untuk undangan lewat media sosial.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Berikut 4 FAQ (Frequently Asked Questions) seputar Surat Undangan Tidak Resmi yang bisa digunakan untuk melengkapi artikel Anda:
Apa itu surat undangan tidak resmi?
Surat undangan tidak resmi adalah surat yang digunakan untuk mengundang orang ke acara non-formal seperti ulang tahun, arisan, piknik, atau kumpul keluarga. Surat ini tidak terikat aturan baku seperti surat resmi dan menggunakan bahasa yang santai serta akrab.
Apa saja ciri-ciri surat undangan tidak resmi?
Tidak menggunakan kop surat atau nomor surat, bahasa yang digunakan santai dan akrab, ditujukan untuk teman, keluarga, atau orang terdekat, fokus pada informasi inti: waktu, tempat, dan tujuan acara.
Mengapa surat undangan tidak resmi tidak menggunakan bahasa yang baku?
Karena surat ini bersifat personal dan ditujukan untuk orang terdekat, maka bahasa yang digunakan lebih akrab dan santai. Tujuannya agar penerima merasa dekat dan tidak kaku dengan undangan yang diberikan.
Bagaimana cara membuat surat undangan tidak resmi yang menarik?
Gunakan bahasa santai sesuai hubungan dengan penerima. Sertakan detail penting acara. Tambahkan kalimat lucu atau emotikon agar lebih akrab. Bisa dilengkapi desain sederhana atau gambar surat tidak resmi untuk menarik perhatian.
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa surat undangan tidak resmi adalah cara yang efektif untuk mengundang orang terdekat dengan bahasa santai dan akrab.
Dengan memahami ciri-ciri surat undangan tidak resmi, bagian-bagian surat tidak resmi, serta tips cara membuat surat tidak resmi, Anda bisa membuat undangan yang unik dan personal.
Jika Anda butuh inspirasi, gunakan contoh surat undangan tidak resmi yang sudah dibahas di atas dan kreasikan sesuai kebutuhan.
Jadi, tunggu apa lagi? Mulai buat undangan santai Anda dan ajak teman atau keluarga untuk berkumpul bersama!