Quote Anime Violet Evergarden – menjadi salah satu kutipan anime yang paling berkesan bagi banyak penggemar karena sarat akan makna kehidupan, cinta, kehilangan, dan harapan.
Anime ini mengisahkan perjalanan emosional seorang mantan prajurit muda bernama Violet Evergarden yang berusaha memahami arti perasaan manusia setelah perang berakhir.
Violet adalah seorang gadis yatim piatu yang sejak kecil dibesarkan di lingkungan militer dan digunakan sebagai alat perang.
Karena masa lalunya tersebut, ia tumbuh tanpa memahami emosi maupun hubungan antarmanusia.
Namun kehidupannya mulai berubah ketika perang usai dan ia bergabung dengan CH Postal Services sebagai Auto Memory Doll, seorang penulis surat profesional yang membantu orang lain menyampaikan perasaan mereka melalui kata-kata.
Perjalanan baru ini membawa Violet bertemu dengan banyak kisah tentang cinta, kerinduan, pengorbanan, dan perpisahan.
Di saat yang sama, ia terus mencari jawaban atas kalimat terakhir yang pernah diucapkan Mayor Gilbert kepadanya, yaitu “Aku mencintaimu”.
Pencarian makna dari kata-kata tersebut menjadi inti cerita yang membuat anime ini begitu menyentuh dan dikenang hingga sekarang.
Tidak heran jika banyak Quote Anime Violet Evergarden yang kemudian menjadi sumber inspirasi bagi para penggemarnya.
Setiap kutipan menghadirkan pesan mendalam yang mampu menyentuh hati dan memberikan pelajaran berharga tentang kehidupan.
Bahkan, banyak penggemar yang mengabadikan kutipan favorit mereka dalam bentuk stiker sebagai hiasan laptop, notebook, botol minum, maupun koleksi pribadi yang penuh makna..
Berikut Ben Multimedia telah merangkum 40+ Kata-Kata Mutiara dari Beberapa Karakter di Anime Violet Evergarden. Selamat membaca dan terinspirasi!
Table of Contents
Quote Gilbert Bougainvillea

Sosok Mayor Gilbert Bougainvillea lebih dari sekadar komandan militer yang tegas di medan perang.
Dari kacamata saya, kutipan-kutipannya terutama saat ia melarang Violet menganggap dirinya sebagai alat dan memintanya untuk hidup sebebas-bebasnya memancarkan penyesalan yang pedih sekaligus kasih sayang yang sangat tulus.
Lewat kata-kata perpisahannya yang penuh keikhlasan, Gilbert membuktikan bahwa dirinya adalah pria berhati lembut yang menjadi jangkar kemanusiaan bagi Violet, sekaligus alasan utama mengapa gadis tersebut berjuang keras mencari makna dari sebuah cinta.
“Violet…. Arungilah hidupmu… sebebas-bebasnya. Dari lubuk hati ini… aku mencintaimu.”
Bukan tanpa alasan saya menempatkan kutipan ini di urutan teratas, sebab ini adalah dasar dari seluruh alur cerita Violet Evergarden.
Jika kamu sudah menontonnya, kamu akan mengerti kalau kata-kata terakhir Mayor Gilbert inilah yang membuat sang tokoh utama mencari tahu arti dari kata ‘mencintai’.
“Violet… Kelak, semoga kau… bisa menikmati indahnya panorama itu di Leiden.”
“Violet… Namamu Violet. Kamu bukanlah alat, sosokmu sepantas namamu.”
“Maafkan aku. Rasanya perih melihat dirimu beranggapan sebagai alat. Salahku membuatmu jadi seperti ini. Tapi… Kamu tetap teguh mematuhiku. Kamu tidak salah.”
Quote Violet Evergarden

Membaca setiap deretan quote anime Violet Evergarden, saya menyadari betapa luar biasanya perkembangan karakter gadis ini.
Pada awalnya, saya hanya melihat sosok yang sangat kaku, terjebak dalam mentalitas sebuah “alat perang” tanpa emosi yang kebingungan mencerna maksud dari bahasa manusia.
Namun, seiring dengan upayanya merangkai kata demi kata melalui mesin tik, kutipan-kutipannya perlahan berevolusi menjadi cerminan jiwa yang begitu empatik, tulus, sekaligus sarat akan beban penyesalan masa lalu.
Dari sudut pandang saya, Violet adalah simbol dari proses penyembuhan itu sendiri; seorang gadis yang membuktikan bahwa hati yang paling hancur sekalipun pada akhirnya mampu belajar memahami kerumitan perasaan orang lain dan menemukan makna sejati dari cinta.
“Aku melihat matamu. Seperti rona matamu, Mayor. Kala kupandangi, hatiku bergejolak. Perasaan macam apa ini?”
“Bagiku, keberadaan dirinya seperti dunia itu sendiri. Aku lebih baik mati daripada kehilangan dirinya.”
“Kuingin tahu, ingin tahu artinya mencintai. Setelah bertugas terakhir kalinya, Mayor mengutarakan kata-kata itu. Baru sekali itu kudengar dari mulutnya. Entah apa makna di baliknya, aku… tidak mampu mengartikannya.”
“Aku menjadi boneka sebab aku ingin tahu apa artinya, ‘Aku mencintaimu…’”
“Kelulusan memang bukan penentu segalanya, tapi bila tidak becus mencerna kata… serta luapan hati seseorang, tiada artinya saya menjadi Boneka.”
“Tahu belum tentu paham, kan?”
“Minta maaf adalah pengakuan atas beban bersalah.”
“Akan kami layani di mana pun Tuan berada. Inilah jasa Boneka Automemori, perkenalkan saya adalah Violet Evergarden.”
“Lagi pula, entah atas dasar apa… rasanya panorama ini mencerminkan… indahnya kesederhanaan.”
“Aku mana paham bila kamu diam seribu bahasa.”
“Maafkan aku. Kiranya aku sudah agak peka, tapi perasaan orang amat rumit dan rentan. Sedikit orang mau terang-terangan. Plin-plan… atau malah berdusta. Bagiku sangat susah… mencernanya secara tepat. Aku sungguh minta maaf.”
“Menyatakan cinta butuh nyali besar, ya. Bila bertepuk sebelah tangan, serasa sakit.”
“Pada orangtuamu sekalian. Kenapa tidak berterus terang saja pada mereka? Ungkapkan melalui surat. Mengungkapkan kata hati terbendungmu.”
“Saya ingin menghapus air mata Anda.”
“Saya kurang paham rasanya kesepian. Sekalipun paham rasanya, belum tentu saya mengalaminya.”
“Pantaskah saya hidup setelah membantai banyak orang? Bukankah saya telah merampas angan orang… serta orang tersayang mereka? Aku terbakar! Aku hangus terbakar! Perbuatanku selama ini lambat laun membakar ragaku!”
“Kemarin aku disurati perihal ini. Seumur-umur, itulah surat perdanaku. Menyadarkanku bahwa disurati… amat membahagiakan. Pasti Luculia sama gembiranya.”
“Seanggun bunga itu, sosokmu sepantas namamu.”
“Memang benar, tubuh saya dikelumuni luka bakar. Pantaskah… Pantaskah saya menjadi Boneka Automemori? Pantaskah saya terus mengarungi hidup?”
“Begadang itu musuhnya perempuan.”
“Anak semungil itu… mesti merasai sepi. Ibunya terpaksa meninggalkan putri kesayangannya. Dia akan sebatang kara di kediaman itu. Aku… Aku sekuat tenaga membendung air mata saat di sana.”
“Kini Anda bisa tenang, Tuan. Pasti akan saya kirimkan surat Anda.”
“Aku enggan orang lain tewas lagi.”
“Saya tidak akan membunuh siapa pun. Saya tidak butuh senjata.”
“Luapan isi hati orang-orang berhamburan dari langit.”
“Mayor Gilbert tersayang. Apa kabar? Apakah Anda sehat? Di manakah Anda sekarang? Apakah Anda tertimpa kepelikan? Musim semi, panas, gugur, dan dingin… telah silih berganti, tapi kepulangan Anda sebatas angan semu. Mulanya, saya bingung. Saya tidak memahami secuil pun perasaan Anda. Namun, berkat kehidupan baru limpahan Anda, saya mulai merasainya meski tak seberapa, melalui surat-menyurat… dan perjumpaan saya dengan orang-orang. Saya yakin, Mayor masih hidup di suatu tempat. Karenanya, saya pun akan terus menjalani hidup. Entah aral melintang apa yang akan menghadang. Kemudian, andai kita bersua kembali, ketahuilah… Sedikitnya, kini saya memahami… arti mencinta.”
Kutipan terakhir merupakan surat pertama yang ditulis dari lubuk hati Violet untuk seseorang, yaitu Mayor Gilbert, setelah ia memahami arti dari kata ‘aku mencintaimu’.
Kutipan ini juga menjadi penutup dari seri anime Violet Evergarden yang sangat berkesan bagi para penggemar.
Quote Charlotte Abelfreyja Drossel

Saat menelaah berbagai quote anime Violet Evergarden yang diucapkan oleh Putri Charlotte Abelfreyja Drossel, saya melihat sisi lain dari stereotip seorang putri kerajaan yang hidupnya serba terjamin.
Melalui kutipan-kutipannya yang meragukan surat formal berisi omong kosong dan kerinduannya akan kejujuran hati, saya menangkap sosok gadis remaja yang rapuh namun sangat mendambakan cinta yang tulus.
Dari kacamata saya, Charlotte dengan indah menanggalkan status kebangsawanannya lewat kata-kata; ia membuktikan bahwa di balik takhta dan perjodohan politiknya, ia hanyalah seorang wanita biasa yang mengutamakan ketulusan perasaan dan kesediaan untuk hidup bersama di atas harta maupun paras yang rupawan.
“Surat balasannya cuma omong kosong. Bukan dari hati. Aku penasaran isi hati kecilnya.”
“Aku ingin tahu bagaimana perasaannya yang sebenarnya.”
“Pria idaman itu seperti apa? Wajahnya? Hartanya? Bagiku, pria idaman itu adalah seorang yang mau untuk hidup bersama.”
“Ketika kamu benar-benar menyukai seseorang, dan kamu tidak tahu harus berbuat apa, aku pikir kita semua telah mengalami hal itu pada tingkat tertentu.”
Quote Claudia Hodgins

Membedah deretan quote anime Violet Evergarden yang diucapkan oleh Claudia Hodgins, saya menemukan sosok figur pelindung yang memancarkan kehangatan sekaligus menyimpan beban penyesalan yang dalam.
Melalui kutipan-kutipannya, terutama peringatannya tentang “luka bakar” tak kasatmata akibat bayang-bayang masa lalu di medan perang, saya melihat seorang mantan prajurit yang berusaha keras menebus kesalahannya dengan memastikan Violet mendapatkan kehidupan yang layak.
Sebagai penulis, bagi saya Hodgins lebih dari sekadar pimpinan di perusahaan pos; ia adalah sosok ayah pengganti yang sangat empatik dan bijaksana, yang dengan sabar dan penuh kasih sayang mengawasi perjalanan Violet untuk menemukan kembali kemanusiaannya.
“Gadis penurutnya Gilbert itu… mulai terjerat hasratnya. Gadis berjuluk alat tak berperasaan itu, penasaran artinya mencinta.”
“Masih terabaikan bahwa lama-kelamaan ragamu… kian berkobar-kobar. Terpampang nyata. Kamu akan memahaminya kelak. Hingga menyadari, alangkah banyak luka bakarmu.”
“Bukan dia saja yang terbakar. Tapi termasuk kita berdua. Luka bakar tak kasatmata kita melekat abadi.”
“Masa lalu terpatri abadi. Tapi… Tapi… Kiprahmu sebagai Boneka Automemori pun… terukir abadi.”
“Dari Papa, untuk putriku kelak. Papa menanti kelahiranmu. Seraya berdoa atas kesehatanmu, kebahagiaanmu, serta pujaan hati penyayangmu. Lalu, Papa memohon agar masa depanmu dan anakmu… dilimpahi sukacita tanpa pertikaian.”
“Ya ampun, aku pikir terkadang seseorang datang ke dalam hidup kita, yang bisa mengubah kita menjadi lebih baik. Dan kita tidak akan pernah bisa melupakan mereka selama sisa hidup kita.”
Quote Oscar Webster

Quote anime Violet Evergarden yang diucapkan oleh Oscar Webster, saya ikut merasakan kepedihan yang teramat dalam dari seorang ayah yang kehilangan putri kecil kesayangannya.
Lewat kutipan-kutipannya yang sarat akan kerinduan yang tak tersampaikan, saya melihat sosok pria malang yang sempat hancur dan kehilangan arah hidup akibat duka masa lalu.
Namun, dari sudut pandang saya, Oscar juga merepresentasikan sebuah titik keikhlasan dan pemulihan.
Saat ia mengucapkan terima kasih atas ‘keajaiban’ yang dihadirkan oleh Violet, saya menyadari bahwa kata-kata Oscar membuktikan bahwa seberat apa pun rasa kehilangan, pada akhirnya seseorang dapat berdamai dengan kesedihan dan kembali melanjutkan hidup.
“Betapa inginnya aku, dipanggil olehmu beribu-ribu kali. Betapa inginnya aku, akan kehadiranmu. Andaikan dirimu masih hidup serta tumbuh dewasa… Alangkah aku memimpikannya.”
“Terima kasih telah mewujudkan mimpiku. Terima kasih. Aku merasa seolah telah menyaksikan keajaiban.”
Quote Erica Brown

Menelaah quote anime Violet Evergarden yang diutarakan oleh Erica Brown, saya menangkap sosok gadis yang sangat reflektif dan diam-diam menyimpan kepedulian yang besar pada dunia literasi.
Pada awalnya, dari kacamata saya, Erica memang tampak meragukan Violet yang ia anggap terlalu kaku dan datar layaknya robot sungguhan.
Namun, lewat kutipannya yang menyadari bahwa sepenggal kalimat tulus ternyata mampu mengalahkan surat puitis yang bertele-tele, saya melihat bagaimana Erica kembali menemukan percikan impiannya yang nyaris terlupakan.
“Gadis bermuka datar itu… bagaikan boneka. Selaras dengan pekerjaan ini. Layaknya boneka robot.”
“Alat bernama mesin tik, diprakarsai oleh Dr. Orland. Beliau menciptakannya untuk sang istri ‘Mollie’, novelis yang tak sanggup menulis lantaran buta. Alat itu dijuluki ‘Boneka Automemori’. Yang kini jadi sebutan bisnis penulis siluman. Gadis itu buatku bernostalgia. Atas impian yang nyaris terlupakan, serta gelora hati ini.”
“Selain surat puitis bertele-tele, sepenggal kalimat pun mampu mewakili isi hati. Aku bercermin darinya atas keutamaan bagi Boneka. Di samping tampilan ala bonekanya, tingkahnya agak nyeleneh persis tentara. Namun, dia gadis mengagumkan.”
Quote Rhodanthe

Mengulas quote anime Violet Evergarden yang disampaikan oleh Rhodanthe, saya melihat sosok instruktur yang amat menjunjung tinggi esensi sejati dari pekerjaannya.
Melalui kutipannya yang menegaskan bahwa surat adalah sarana penyambung rasa, saya menangkap kedalaman prinsip dari seorang pendidik yang tegas namun bijaksana
“Surat ialah sarana penyambung rasa. Boneka profesional harus memahami tuturan… serta ungkapan hati kecil pelanggan.”
Quote Luculia Marlborough

Menyelami makna di balik quote anime Violet Evergarden yang diucapkan oleh Luculia Marlborough, saya merasakan betul ironi emosional yang ia hadapi.
Melalui kutipan singkatnya yang menyoroti betapa rumitnya mengutarakan perasaan, saya melihat sosok gadis lembut yang sedang berjuang melawan ketakutannya sendiri.
Di satu sisi, ia giat belajar untuk menjadi seorang perangkai kata yang mewakili hati orang lain, namun di sisi lain, ia justru kesulitan mengutarakan rasa syukurnya yang mendalam kepada sang kakak yang hancur akibat trauma perang.
Dari sudut pandang saya, Luculia adalah cerminan yang sangat realistis; sebuah pengingat manis sekaligus menyesakkan bahwa terkadang rasa cinta dan kepedulian yang paling besar justru menjadi emosi yang paling sulit untuk diungkapkan secara langsung.
“Mengutarakan perasaan itu rumit, ya?”
Quote Iris Cannary

Saat membaca dan meresapi quote anime Violet Evergarden yang dilontarkan oleh Iris Cannary, saya melihat sosok gadis yang penuh semangat dan ambisius, namun perlahan belajar merengkuh kerentanannya sendiri.
Lewat kutipannya yang dengan jujur meminta maaf kepada kedua orang tuanya sekaligus mengklaim tekadnya sebagai calon “Boneka terkondang se-Leiden”, saya menangkap kobaran semangat dari seorang wanita muda yang gigih membuktikan kemandiriannya di kota besar untuk bangkit dari patah hati.
“Angkat wajahmu. Kumaklumi niatan baikmu. Aku sendiri kurang peka pada perasaan orang lain.”
“Sedikitnya kupahami sosok asingnya Violet. Kesediaan cinta mayor padanya… yang cuma paham kemiliteran. Hingga buatnya jatuh-bangun memahami teka-teki itu, sebisanya.”
“Ayah dan Ibu, maaf telah membuyarkan pestanya. Akan kusurati permintaan maaf pula ke para tamu. Terlebih, terima kasih telah menyewa jasaku. Jujur, ini panggilan perdanaku. Karenanya, aku gembira bukan main. Walau penuh lika-liku, tapi kubulatkan hati menggelutinya. Maaf, sedari kecil membuat kalian resah. Tapi, tengoklah aku sepintas lagi. Inilah surat memorandum yang tak lekang waktu… untuk Ayah dan Ibu tersayang… dari Boneka terkondang se-Leiden.”
“Aku… lahir saat bunga ini bermekaran. Makanya, ayah dan ibuku menamaiku Iris.”
Quote Alberta

Memaknai quote anime Violet Evergarden yang diucapkan oleh Alberta, sosok pengasuh teguh yang sangat menjunjung tinggi nilai tradisi dan tata krama kerajaan.
Melalui kutipannya yang menekankan pada fungsi surat cinta terbuka sebagai wujud keagungan sebuah ikatan pernikahan, saya menangkap kedisiplinan dan tanggung jawab besar yang ia emban dalam mendidik Putri Charlotte.
“Surat cinta terbuka, berlandaskan indahnya pernyataan cinta… untuk meyakinkan agungnya pernikahan.”
Quote Damian Baldur Flugel

Mengulik quote anime Violet Evergarden yang diutarakan oleh Pangeran Damian Baldur Flugel, lewat kutipannya yang secara blak-blakan dan hangat memuji sifat gigih serta supel dari sang calon permaisuri, saya menangkap sosok pria yang enggan terbelenggu oleh kekakuan tradisi perjodohan politik kerajaan.
“Kayaknya calon istriku ringan kepala, gigih, dan supel. Permaisuri menawan. Ayo menikah, Charlotte. Maukah kamu menikah denganku?”
Quote Dietfried Bougainvillea

Menyelami quote anime Violet Evergarden yang terlontar dari mulut Dietfried Bougainvillea, saya dihadapkan pada sosok pria yang dipenuhi oleh amarah, duka, sekaligus rasa bersalah yang mendalam.
Saya melihat Dietfried sebagai karakter yang perlahan mampu berdamai dengan masa lalunya yang kelam dan mau mengakui proses penebusan dosa dari gadis yang dulu ia anggap sebagai senjata tersebut.
“Kau menjadi Boneka Automemori, ya? Kau… Pembantai rekan-rekanku… menulis surat? Dengan tangan pencabut nyawa itu… kau menulis surat pemersatu jiwa?”
“Tapi setelah kehilangan tangan, majikannya, serta segala miliknya, entah mengapa dia masih berdiri tegar.”
Quote Ann Magnolia

Quote anime Violet Evergarden yang diucapkan oleh Ann Magnolia, saya merasakan kepolosan yang begitu menyentuh dari sudut pandang seorang anak kecil.
Melalui kutipannya yang menunjukkan rasa takut dan kecurigaan akan kedatangan orang asing yang ia sebut “boneka jumbo,” saya melihat ketidaktahuan yang perlahan luluh oleh kehangatan sosok Violet.
Ann adalah representasi dari kemurnian emosi; ketakutannya terhadap perubahan dan sosok asing tersebut pada akhirnya digantikan oleh sebuah kenangan abadi yang justru akan membentuk masa depannya.
Kehadirannya dalam cerita mengingatkan saya bahwa anak-anak sering kali menjadi saksi paling jujur dalam melihat ketulusan yang terkadang gagal ditangkap oleh orang dewasa.
“Siapa itu? Sebuah boneka melangkah kemari. Bonekanya berukuran jumbo. Firasatku berkata, malapetaka akan melanda.”
Quote Cattleya Baudelaire

Saat menelaah quote anime Violet Evergarden dari Cattleya Baudelaire, saya melihat sosok kakak sekaligus mentor yang memancarkan ketenangan di tengah kompleksitas perasaan orang lain.
Melalui kutipannya yang menekankan bahwa orang tersayang akan selalu mengawasi meski terpisah jarak yang jauh, saya menangkap kedewasaan emosional yang ia miliki dalam membimbing para Boneka lainnya.
“Surat ketikanmu akan tersampaikan padanya. Lagi pula, walau berpisah sekian jauhnya… Orang tersayangmu senantiasa mengawasimu.”
“Prajurit di medan tempur pun ingin berkirim kabar, kan?”
Quote Ibu Gilbert & Dietfried Bougainvillea

Melalui kutipannya yang menyatakan bahwa meski getir, sang anak akan selalu hidup di dalam hatinya dan tetap ia sayangi, saya menangkap kedalaman cinta seorang ibu yang melampaui batas ruang dan waktu
“Dia masih hidup… di dalam hatiku. Makanya dia akan selalu terkenang. Sekalipun getir, aku akan selalu mengenangnya. Hingga kini pun… aku masih menyayanginya.”
Quote Leon Stephanotis

Leon adalah cerminan dari seseorang yang perlahan luluh hatinya, pertemuan dan interaksinya dengan Violet berhasil meruntuhkan dinding pertahanan yang ia bangun, membuktikan bahwa bahkan seseorang yang mencoba untuk tetap rasional sekalipun, akhirnya akan tersentuh oleh ketulusan dan makna mendalam dari sebuah hubungan antar manusia.
“Cinta bisa membuat orang menjadi bodoh.”
“Perpisahan itu bukanlah sebuah tragedi. Di negeri peri, tanah keabadian, mereka akan mendapatkan tubuh baru untuk jiwa mereka bernaung.”
Stiker Quote Anime Violet Evergarden dari Ben Multimedia
Ingin membawa pesan emosional Violet ke dalam keseharianmu? Ben Multimedia kini menghadirkan koleksi Stiker Quote Anime Violet Evergarden dengan kualitas premium.
Sangat cocok untuk menghiasi laptop, jurnal, helm, hingga pintu kulkasmu agar tampil lebih estetis dan bermakna.
Keunggulan Stiker Ben Multimedia
- Desain High-Resolution: Gambar tajam dengan kutipan ikonik yang menyentuh.
- Material Berkualitas: Tahan air, tidak mudah pudar, dan tidak meninggalkan bekas saat dilepas.
- Tersedia Berbagai Paket: Pilihan desain karakter lengkap atau kutipan favoritmu saja.
Cara Pemesanan Online (Praktis & Cepat)
Kami hanya menerima pemesanan secara online untuk memastikan layanan yang lebih terfokus. Silakan ikuti langkah mudah berikut:
- Hubungi WhatsApp Kami: Klik tautan ini Kirim Pesan ke Ben Multimedia atau simpan nomor 08999423003.
- Kirim Format Pesanan
- Konfirmasi Pembayaran: Admin kami akan segera mengirimkan rincian total biaya beserta ongkos kirim.
- Proses Pengiriman: Setelah pembayaran terkonfirmasi, stiker akan segera kami proses dan kirimkan langsung ke alamatmu.
Tunggu apa lagi? Miliki koleksi stiker inspiratif ini sekarang dan biarkan kata-kata dari Violet Evergarden menemani langkahmu setiap hari!
Penutup
Melalui kumpulan quote anime Violet Evergarden di atas, kita diajak untuk menyelami kembali bahwa setiap kata memiliki kekuatan untuk menyembuhkan, mengungkapkan rasa, dan mengabadikan kenangan.
Semoga rangkuman kutipan dari para karakter ini dapat memberikan inspirasi bagi kamu untuk lebih berani mengungkapkan isi hati kepada orang-orang tersayang, layaknya Violet yang perlahan memahami makna di balik sebuah kalimat.
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca.
Manakah di antara kutipan tersebut yang paling membekas di hatimu?
Silakan bagikan pengalaman dan perasaanmu di kolom komentar!
