Contoh Surat Undangan Setengah Resmi – Mungkin kamu pernah diminta membuat surat undangan untuk acara lingkungan, keluarga besar, atau kegiatan kerja bakti di kampung.
Nah, dalam situasi seperti itu, biasanya kita menggunakan surat setengah resmi.
Tapi, apa sebenarnya maksudnya, dan bagaimana cara membuatnya agar sesuai aturan?
Yuk, kita bahas lengkap beserta contoh surat undangan setengah resmi yang bisa langsung kamu jadikan referensi.
Table of Contents
Apa yang Dimaksud Surat Undangan Setengah Resmi?
Sebelum melihat berikut contoh surat undangan setengah resmi, kita pahami dulu arti undangan setengah resmi.
Apa yang Dimaksud dengan Surat Undangan Setengah Resmi?
Surat undangan setengah resmi adalah jenis surat undangan yang berada di antara surat resmi dan surat nonresmi, biasanya menggunakan bahasa sopan dan rapi seperti surat resmi, tetapi tidak terlalu kaku sehingga masih terasa akrab dan hangat.
Jenis surat ini biasanya dipakai untuk kegiatan yang bersifat semi-formal, seperti undangan kerja bakti, rapat warga, acara keluarga besar, atau pernikahan yang diselenggarakan di lingkungan masyarakat.
Berbeda dengan surat resmi yang harus memakai kop surat, nomor, dan format baku, surat setengah resmi lebih fleksibel.
Kadang menggunakan kop surat, kadang juga tidak.
Yang penting, informasi seperti waktu, tempat, tujuan, dan siapa pengundangnya harus jelas.
Sebagai contoh, saya sendiri sering membuat undangan setengah resmi saat menjadi panitia 17 Agustus di kampung.
Kami ingin suratnya tetap terlihat rapi, tetapi bahasanya jangan terlalu formal agar warga merasa dekat dan nyaman membacanya.
Biasanya diawali dengan salam hormat, isi undangan yang jelas, lalu ditutup dengan ucapan terima kasih.
Jadi, apa yang dimaksud surat undangan setengah resmi? Singkatnya, ini adalah surat undangan yang memadukan kesan formal dan nonformal: sopan tapi tetap hangat.
Cocok untuk acara masyarakat, organisasi, atau keluarga yang ingin tetap menghormati penerima tanpa membuat surat terasa terlalu kaku.
Ciri-Ciri Surat Undangan Setengah Resmi
Sebelum membuat contoh surat undangan setengah resmi, penting untuk memahami ciri-cirinya.
Banyak orang masih bingung membedakan surat undangan tidak resmi, surat resmi, dan surat setengah resmi, padahal perbedaannya cukup jelas.
Berdasarkan pengalaman saya ketika sering membuat undangan kerja bakti atau rapat warga, berikut adalah ciri-ciri utama yang perlu kamu perhatikan:
1. Menggunakan Bahasa Sopan, tapi Tidak Kaku
Bahasa dalam surat undangan setengah resmi tetap harus sopan dan jelas, namun tidak seformal surat dinas.
Misalnya, kamu bisa menggunakan salam pembuka seperti “Dengan hormat” atau “Assalamu’alaikum”, tapi tidak perlu mencantumkan bahasa yang terlalu formal seperti dalam surat perusahaan.
2. Format Rapi, tapi Fleksibel
Berbeda dengan surat resmi yang memiliki format baku (ada nomor surat, kop resmi, lampiran, dan sebagainya), bentuk undangan setengah resmi lebih fleksibel.
Kamu boleh menggunakan kop RT/RW atau organisasi jika perlu, tetapi tidak wajib. Yang penting informasi seperti tanggal, waktu, tempat, dan tujuan acara harus jelas.
3. Ada Identitas Pengirim
Walaupun tidak seketat surat dinas, surat setengah resmi tetap mencantumkan identitas pengirim, misalnya nama ketua RT, panitia, atau keluarga yang mengundang.
Biasanya di bagian bawah ada tanda tangan dan nama terang agar terlihat profesional.
4. Disertai Salam Pembuka dan Penutup
Surat ini umumnya menggunakan salam pembuka seperti “Dengan hormat” atau salam keagamaan, lalu ditutup dengan salam penutup seperti “Hormat kami” atau “Wassalamu’alaikum”.
Ini menunjukkan kesopanan sekaligus menjaga hubungan baik dengan penerima undangan.
5. Informasi Acara Lengkap
Ini adalah bagian paling penting, surat harus mencantumkan:
- Nama acara atau kegiatan (contoh: kerja bakti, rapat, pernikahan).
- Hari, tanggal, dan waktu pelaksanaan.
- Lokasi acara.
- Tujuan undangan.
Dari pengalaman saya, sering kali orang lupa menulis alamat yang lengkap atau jam acara.
Akibatnya, penerima undangan bingung. Jadi, pastikan bagian ini tidak terlewat.
6. Ditandatangani oleh Pihak Berwenang
Biasanya, surat undangan setengah resmi ditandatangani oleh ketua RT, ketua panitia, atau tuan rumah.
Hal ini memberi kesan undangan tersebut benar-benar sah, meskipun tidak formal seperti surat dinas.
Cara Membuat Surat Undangan Setengah Resmi
Nah, bagaimana cara membuat surat undangan setengah resmi yang baik? Ada beberapa langkah sederhana:
- Tulis identitas pengirim di bagian atas, seperti RT/RW atau nama organisasi.
- Cantumkan nomor dan tanggal surat (opsional jika memang perlu).
- Gunakan salam pembuka seperti “Dengan hormat” atau “Assalamu’alaikum”.
- Sampaikan maksud undangan dengan jelas: kegiatan apa, kapan, dan di mana.
- Akhiri dengan salam penutup dan tanda tangan pengundang.
Tips dari pengalaman pribadi, pastikan bahasa yang kamu pakai menyesuaikan audiens. Misalnya, kalau untuk warga kampung, gunakan kalimat yang lebih sederhana dan hangat.
Contoh Surat Undangan Setengah Resmi
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh surat setengah resmi yang bisa kamu gunakan untuk berbagai acara.
1. Contoh Surat Undangan Setengah Resmi Kerja Bakti
RT 05 RW 03 Kelurahan Sukamaju
Jl. Kenanga No. 15, Sukamaju
Sukamaju, 20 Agustus 2025
Nomor: 05/RT05/VIII/2025
Hal: Undangan Kerja Bakti
Kepada Yth.
Seluruh Warga RT 05 RW 03
Di Tempat
Dengan hormat,
Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan, kami mengundang seluruh warga untuk hadir pada kegiatan kerja bakti yang akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Minggu, 24 Agustus 2025
Waktu : 07.00 WIB - selesai
Tempat : Area lapangan RT 05
Demikian undangan ini kami sampaikan. Besar harapan kami Bapak/Ibu dapat hadir tepat waktu. Terima kasih atas perhatiannya.
Hormat kami,
Ketua RT 05
(tanda tangan)
Budi Santoso
2. Contoh Surat Undangan Setengah Resmi Pernikahan
Keluarga Besar Bapak Ahmad dan Ibu Siti
Jl. Melati No. 7, Solo
Solo, 1 September 2025
Hal: Undangan Pernikahan
Kepada Yth.
Bapak/Ibu/Saudara/i
Di Tempat
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dengan penuh rasa syukur, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir pada acara pernikahan putra-putri kami:
Ahmad Fikri & Nurul Aisyah
yang akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 6 September 2025
Waktu : 10.00 WIB - selesai
Tempat : Gedung Serbaguna Melati, Solo
Merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi kami jika Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir untuk memberikan doa restu.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Hormat kami,
Bapak Ahmad dan Ibu Siti
3. Contoh Surat Undangan Setengah Resmi yang Singkat
Panitia Pemuda Karang Taruna RT 08
Nomor: 08/KTRT08/X/2025
Hal: Undangan Rapat
Kepada Yth.
Seluruh Pemuda RT 08
Dengan hormat,
Kami mengundang seluruh pemuda RT 08 untuk menghadiri rapat persiapan lomba 17 Agustus pada:
Hari/Tanggal : Jumat, 10 Oktober 2025
Waktu : 19.00 WIB
Tempat : Balai RT 08
Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas kehadirannya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Ketua Karang Taruna
(tanda tangan)
Andi Pratama
Contoh Gambar Surat Undangan Setengah Resmi
Selain teks, kamu juga bisa menambahkan desain sederhana pada undangan agar terlihat menarik.
Misalnya, menambahkan bingkai atau logo RT/organisasi di bagian atas.
Jika kamu butuh inspirasi, banyak contoh gambar setengah resmi yang bisa ditemukan di internet dengan format PNG atau JPG.

FAQ seputar Surat Undangan Setengah Resmi
Berikut 4 FAQ seputar surat undangan setengah resmi yang bisa membantu pembaca memahami lebih dalam:
Apa itu surat undangan setengah resmi?
Surat undangan setengah resmi adalah surat yang digunakan untuk mengundang seseorang ke acara tertentu dengan bahasa sopan namun tidak seformal surat dinas. Biasanya dipakai untuk acara masyarakat, keluarga, atau organisasi non-formal.
Apa saja ciri-ciri surat undangan setengah resmi?
Ciri-cirinya antara lain: menggunakan bahasa sopan tapi santai, memiliki tujuan dan informasi acara yang jelas, formatnya sederhana, dan ditandatangani perwakilan pengundang.
Bagaimana cara membuat surat undangan setengah resmi yang baik?
Tuliskan identitas pengirim, tujuan undangan, tanggal, waktu, dan tempat acara. Sertakan salam pembuka dan penutup yang sopan, lalu tanda tangan pengundang agar terlihat resmi.
Apa contoh acara yang menggunakan surat undangan setengah resmi?
Contohnya seperti undangan kerja bakti, rapat warga, arisan keluarga, hingga pernikahan yang melibatkan kerabat dan lingkungan sekitar dengan format santai namun tetap rapi.
Kesimpulan
Membuat contoh surat undangan setengah resmi sebenarnya mudah, asalkan kamu paham arti undangan setengah resmi, struktur, dan ciri-ciri surat undangan setengah resmi.
Formatnya fleksibel, bisa digunakan untuk berbagai acara seperti kerja bakti, pernikahan, atau rapat warga.
Kuncinya adalah bahasa yang sopan, informasi jelas, dan tata letak rapi.
Semoga contoh di atas bisa membantu kamu menulis surat undangan yang efektif dan tepat sasaran.
Kalau kamu pernah membuat surat setengah resmi sebelumnya, versi mana yang paling sering kamu gunakan?
Yuk, bagikan pengalamanmu!