Ciri-Ciri Surat Undangan Resmi – Pernahkah Anda diminta membuat surat undangan untuk acara kantor atau sekolah, tetapi bingung harus memulainya dari mana?
Banyak orang masih bertanya-tanya apa yang dimaksud surat undangan resmi dan bagaimana format penulisannya yang tepat.
Memahami ciri-ciri surat undangan resmi sangat penting agar surat terlihat profesional dan diterima dengan baik oleh pihak yang dituju.
Dalam artikel ini saya akan membahas secara lengkap mulai dari definisi, bagian-bagian surat undangan resmi, hingga 3 contoh undangan resmi yang dapat Anda jadikan referensi.
Table of Contents
Apa Itu Surat Undangan Resmi?
Secara sederhana, surat undangan resmi adalah surat yang digunakan untuk mengundang pihak tertentu ke acara atau kegiatan yang bersifat formal, seperti rapat, seminar, atau acara kenegaraan.
Perbedaan surat undangan resmi dengan surat nonresmi terletak pada bahasa yang digunakan, format surat, dan struktur penulisannya.
Surat resmi menggunakan bahasa baku sesuai EYD, serta mencantumkan elemen formal seperti nomor surat dan tanda tangan pejabat berwenang.
Fungsi surat undangan resmi adalah:
- Sebagai bukti tertulis untuk keperluan administrasi.
- Menunjukkan profesionalitas penyelenggara acara.
- Memberikan informasi yang jelas terkait acara yang diadakan.
Ciri-Ciri Surat Undangan Resmi
Nah, sekarang kita masuk ke inti pembahasan.
Jika Anda bertanya, “Sebutkan ciri ciri undangan resmi?”, berikut beberapa poin penting yang wajib ada:
1. Menggunakan Kop Surat dan Logo Instansi
Kop surat (kepala surat) adalah identitas resmi dari instansi atau lembaga pengirim surat.
Di dalamnya terdapat nama instansi, alamat lengkap, nomor telepon, email, hingga logo.
Mengapa penting?
- Memberikan legalitas dan membedakan antara surat resmi dengan surat pribadi.
- Memudahkan penerima mengenali asal surat tanpa harus membaca isi secara menyeluruh.
- Menunjukkan profesionalitas lembaga pengirim.
2. Memakai Bahasa Baku, Sopan, dan Formal
Bahasa yang digunakan harus sesuai dengan kaidah EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) atau PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).
- Hindari penggunaan kata-kata gaul, singkatan tidak baku, atau bahasa sehari-hari.
- Gunakan kalimat efektif, singkat, namun tetap sopan.
- Pilih kata sapaan yang sesuai, misalnya “Yth.” (Yang Terhormat) untuk penerima surat.
Hal ini penting untuk menjaga kesan profesional dan rasa hormat terhadap penerima surat.
3. Mencantumkan Nomor Surat, Lampiran, serta Perihal
Elemen ini menunjukkan bahwa surat yang dikirim tercatat secara administrasi.
- Nomor surat memudahkan pengarsipan dan pelacakan dokumen.
- Lampiran mencantumkan berkas tambahan yang disertakan bersama surat (jika ada).
- Perihal menjelaskan maksud surat secara singkat, misalnya “Undangan Rapat Evaluasi”.
Dengan begitu, penerima langsung memahami tujuan surat tanpa harus membaca seluruh isi.
4. Memiliki Struktur Penulisan yang Sesuai Format Surat Resmi
Surat undangan resmi harus mengikuti format surat resmi yang berlaku.
Struktur penulisan umumnya mencakup:
- Kop surat di bagian atas.
- Tanggal surat.
- Nomor surat, lampiran, dan perihal.
- Alamat tujuan dan salam pembuka.
- Isi surat (waktu, tempat, agenda).
- Salam penutup dan tanda tangan.
Format ini bukan hanya aturan tata tulis, tetapi juga membantu penerima memahami isi surat dengan lebih cepat dan terstruktur.
5. Menyebutkan dengan Jelas Waktu, Tempat, dan Tujuan Acara
Inti dari sebuah undangan adalah memberikan informasi acara.
Maka, ketiga elemen ini tidak boleh salah atau ambigu:
- Waktu: Cantumkan hari, tanggal, dan jam pelaksanaan secara lengkap.
- Tempat: Sertakan alamat lokasi, lengkap dengan detail jika perlu (ruangan, gedung, atau lantai).
- Tujuan Acara: Jelaskan agenda atau alasan penerima diundang, misalnya rapat, seminar, atau peringatan hari besar.
Informasi ini penting agar penerima dapat mempersiapkan diri dengan baik dan menghindari kesalahpahaman.
6. Ditandatangani oleh Pejabat Berwenang atau Pihak yang Memiliki Otoritas
Tanda tangan bukan sekadar formalitas.
Tanda tangan dari pejabat atau pihak berwenang memiliki beberapa fungsi:
- Memberikan legalitas dan kekuatan hukum pada surat.
- Menunjukkan bahwa acara tersebut benar-benar resmi dan diakui lembaga.
- Memberikan kepercayaan kepada penerima bahwa surat tersebut valid, bukan hoaks.
Biasanya, tanda tangan disertai dengan nama jelas dan stempel resmi lembaga agar lebih sah.
Bagian-Bagian Surat Undangan Resmi
Banyak orang sering salah menempatkan bagian-bagian surat, padahal ini sangat berpengaruh pada kesan formalitasnya.
Jika Anda bertanya, “Jelaskan bagian bagian surat undangan resmi”, berikut elemen yang wajib ada:
- Kop Surat: Berisi nama dan logo instansi, alamat, serta kontak resmi.
- Nomor Surat, Lampiran, dan Perihal: Diletakkan di bagian atas sebelum isi surat.
- Alamat Tujuan: Menunjukkan kepada siapa surat ditujukan.
- Salam Pembuka: Menggunakan kalimat formal, misalnya “Dengan hormat”.
- Isi Surat: Menjelaskan maksud undangan, lengkap dengan waktu, tempat, dan agenda acara.
- Penutup dan Tanda Tangan: Bagian akhir yang mencantumkan nama pejabat atau pihak penanggung jawab acara.
Dengan mengikuti struktur tersebut, surat undangan resmi Anda akan terlihat profesional dan mudah dipahami.
Format Surat Resmi yang Benar
Selain ciri dan bagian-bagiannya, format surat resmi juga perlu diperhatikan.
Beberapa poin penting yang harus diikuti:
- Menggunakan kertas berukuran A4 atau F4.
- Margin sesuai aturan intstansi terkait yang seragam dan rapi.
- Penempatan tanggal, alamat, serta tanda tangan di posisi yang tepat.
- Mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Contoh Surat Undangan Resmi
Agar lebih mudah dipahami, berikut 3 contoh undangan resmi yang sering digunakan:
1. Surat Undangan Rapat Sekolah

Biasanya berisi ajakan rapat untuk wali murid atau guru.
Menggunakan kop sekolah dan ditandatangani kepala sekolah.
2. Surat Undangan Rapat Organisasi

Digunakan untuk mengundang anggota organisasi ke rapat evaluasi atau pembahasan program kerja.
3. Surat Undangan Acara Pemerintahan

Contohnya undangan untuk menghadiri peringatan hari besar nasional.
Menggunakan format resmi dari instansi pemerintah terkait.
Masing-masing contoh tersebut menggunakan bahasa formal, struktur yang rapi, dan format surat resmi yang sesuai.
Kesimpulan
Memahami ciri-ciri surat undangan resmi sangatlah penting untuk memastikan surat yang Anda buat diterima dengan baik.
Jangan lupa untuk memperhatikan bagian-bagian surat undangan resmi dan mengikuti format surat resmi yang benar.
Dengan memahami hal ini, Anda tidak hanya bisa membuat surat yang formal, tetapi juga meningkatkan kredibilitas acara yang Anda selenggarakan.
Bagaimana? Setelah membaca artikel ini, Anda sudah siap membuat surat undangan resmi sendiri, bukan?